Minggu, 11 Januari 2015

REVOLUSI MENTAL BANGSA INDONESIA

A. KEPENDUDUKAN

JUDUL             :     AJAK MASYARAKAT JAGA KEBERSIHAN, PENDUKUNG       JOKOWI-JK PUNGUTI SAMPAH DI HI

SUMBER          :     DETIKNEWS
                                                http://news.detik.com/read/2014/10/20/150825/2724365/10/ajak-                         masyarakat-jaga-kebersihan-pendukung-jokowi-jk-punguti-         
                              sampah-di-hi?n991103605


            "Riuh keramaian di Bundaran Hotel Indonesia saat ribuan masyakat menunggu kedatangan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyisakan tumpukan sampah. Warga pun diimbau tak membuang sampah sembarangan. Masyarakat yang ikut serta dalam pawai Jokowi-JK ke Istana, sekalian sosialisasi diharapkan kesadaran masyarakat agar tidak buang sampah sembarangan, dengan bertindak langsung seperti ini diharapkan orang lain juga ikut serta".
           
            Dari kutipan diatas tentunya kita menyadari sebagai masyarakat Indonesia yang masih kurangnya kesadaran dalam menjaga lingkungan dimana kita tinggal. Masih banyak kita temui orang-orang yang membuang sampah sembarangan, padahal di setiap tempat umum pasti ada tempat sampah. Disediakannya tempat sampah Organik dan Non Organik tetap saja belum bisa membuat masyarakat kita sadar akan kebersihan. Pasti kita sering jumpai sampah yang bertebaran di Fasilitas umum seperti Stasiun Kereta, Terminal, Taman, Monas dan apabila usai mengadakan acara pesta rakyat atau even besar. Kurangnya kesadaran kita dan pemahaman mengenai memungut sampah agar menciptakan lingkungan yang bersih masih sangat kurang karena hal ini bukan tugas dan kewajiban Pemerintah sendiri tetapi kita harus berada didalamnya.
           
Saya sangat mendukung program Bapak Presiden kita yang baru Ir. H Jokowi mengenai "Revolusi Mental" dengan hal ini bisa bermamfaat untuk merubah pemahaman dan kebiasaan masyarakat Indonesia. Perlunya sosialisasi dari dini, kesekolah dasar hingga keperguruan tinggi mengenai pentingnya menjaga kebersihan sebagai permulaan sangat tepat untuk memulainya. Banyak hal yang didapat dari terciptanya kebersihan yang dapat dilihat dari segala aspek contohnya dengan bersihnya kota yang kita tinggali bisa mencerminkan SDM masyarakat tersebut, bisa mengurangi bencana banjir dan menyebarnya penyakit yang ditimbulkan dari bakteri yang berasal dari sampah. Kita pasti tau dan iri bila mendengar Negara yang mempunyai reputasi sebagai negara bersih dan teratur, seperti negara tetangga kita Singapore, pasti ada kenginan kita untuk menjadi seperti itu, tetapi apakah kita mampu dan sudah melaksanakannya? hanya kita sendiri yang bisa menjawabnya.





B. MASYARAKAT

1. INTERAKSI SOSIAL
            Interaksi sosial merupakan suatu fondasi dari hubungan yang berupa tindakan yang berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dan diterapkan di dalam masyarakat. Dengan adanya nilai dan norma yang berlaku,interaksi sosial itu sendiri dapat berlangsung dengan baik jika aturan - aturan dan nilai – nilai yang ada dapat dilakukan dengan baik. Jika tidak adanya kesadaran atas pribadi masing – masing,maka proses sosial itu sendiri tidak dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Di dalam kehidupan sehari – hari tentunya manusia tidak dapat lepas dari hubungan antara satu dengan yang lainnya,ia akan selalu perlu untuk mencari individu ataupun kelompok lain untuk dapat berinteraksi ataupun bertukar pikiran.
            Dengan tidak adanya komunikasi ataupun interaksi antar satu sama lain maka tidak mungkin ada kehidupan bersama. Jika hanya fisik yang saling berhadapan antara satu sama lain, tidak dapat menghasilkan suatu bentuk kelompok sosial yang dapat saling berinteraksi. Maka dari itu dapat disebutkan bahwa interaksi merupakan dasar dari suatu bentuk proses sosial karena tanpa adanya interaksi sosial, maka kegiatan–kegiatan antar satu individu dengan yang lain tidak dapat disebut interaksi.

CONTOH INTERAKSI SOSIAL
A.       Interaksi antara individu dan individu -Individu yang satu memberikan           pengaruh ,    rangsangan \ Stimulus kepada individu lainnya .  Wujud interaksi        bisa dalam dalam bentuk berjabat tangan , saling menegur,bercakap–cakap\          mungkin bertengkar . 
B.       Interaksi antara individu dan kelompok Bentuk interaksi antara individu           dengan kelompok Misalnya : Seorang ustadz sedang berpidato didepan           orang banyak . Bentuk semacam ini menunjukkan bahwa kepentingan i          ndividu berhadapan dengan kepentingan kelompok . 
C.       Interaksi antara Kelompok dan Kelompok Bentuk interaksi seperti ini           berhubungan dengan kepentingan individu dalam kelompok lain . Contoh :           Satu Kesebelasan Sepak Bola bertanding melawan kesebelasan lain . 

2. STATUS SOSIAL
               Status sosial adalah sekumpulan hak dan kewajiban yang dimiliki seseorang dalam masyarakatnya. Orang yang memiliki status sosial yang tinggi akan ditempatkan lebih tinggi dalam struktur masyarakat dibandingkan dengan orang yang status sosialnya rendah. Dalam lingkungan masyarakat kita melihat bahwa ada pembeda-bedaan yang berlaku dan diterima secara luas oleh masyarakat. Di sekitar kita ada orang yang menempati jabatan tinggi seperti gubernur dan wali kota dan jabatan rendah seperti camat dan lurah. Di sekolah ada kepala sekolah dan ada staf sekolah. Di rt atau rw kita ada orang kaya, orang biasa saja dan ada orang miskin.
          Perbedaan itu tidak hanya muncul dari sisi jabatan tanggung jawab sosial saja, namun juga terjadi akibat perbedaan ciri fisik, keyakinan dan lain-lain. Perbedaan ras, suku, agama, pendidikan, jenis kelamin, usia atau umur, kemampuan, tinggi badan, cakep jelek, dan lain sebagainya juga membedakan manusia yang satu dengan yang lain. Beragamnya orang yang ada di suatu lingkungan akan memunculkan stratifikasi sosial (pengkelas-kelasan) atau diferensiasi sosial (pembeda-bedaan). 
CONTOH STATUS SOSIAL
1.       Ascribed status adalah tipe status yang didapat sejak lahir seperti jenis kelamin, ras, kasta, golongan, keturunan, suku, usia, dan lain sebagainya.
2.       Achieved status adalah status sosial yang didapat sesorang karena kerja keras dan usaha yang dilakukannya. Contoh achieved status yaitu seperti harta kekayaan, tingkat pendidikan, pekerjaan, dll.
3.       Assigned status adalah status sosial yang diperoleh seseorang di dalam lingkungan masyarakat yang bukan didapat sejak lahir tetapi diberikan karena usaha dan kepercayaan masyarakat. Contohnya seperti seseorang yang dijadikan kepala suku, ketua adat, sesepuh, dan sebagainya.






Direct By       : AGENG SYOFIYANDA

N P M           : 10114433

Tidak ada komentar:

Posting Komentar