REVOLUSI MENTAL BANGSA INDONESIA
A.
KEPENDUDUKAN
JUDUL : AJAK
MASYARAKAT JAGA KEBERSIHAN, PENDUKUNG JOKOWI-JK
PUNGUTI SAMPAH DI HI
SUMBER : DETIKNEWS
http://news.detik.com/read/2014/10/20/150825/2724365/10/ajak- masyarakat-jaga-kebersihan-pendukung-jokowi-jk-punguti-
sampah-di-hi?n991103605
"Riuh
keramaian di Bundaran Hotel Indonesia saat ribuan masyakat menunggu kedatangan
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyisakan tumpukan sampah.
Warga pun diimbau tak membuang sampah sembarangan. Masyarakat yang ikut serta dalam
pawai Jokowi-JK ke Istana, sekalian sosialisasi diharapkan kesadaran masyarakat
agar tidak buang sampah sembarangan, dengan bertindak langsung seperti ini
diharapkan orang lain juga ikut serta".
Dari
kutipan diatas tentunya kita menyadari sebagai masyarakat Indonesia yang masih
kurangnya kesadaran dalam menjaga lingkungan dimana kita tinggal. Masih banyak
kita temui orang-orang yang membuang sampah sembarangan, padahal di setiap
tempat umum pasti ada tempat sampah. Disediakannya tempat sampah Organik dan
Non Organik tetap saja belum bisa membuat masyarakat kita sadar akan
kebersihan. Pasti kita sering jumpai sampah yang bertebaran di Fasilitas umum
seperti Stasiun Kereta, Terminal, Taman, Monas dan apabila usai mengadakan
acara pesta rakyat atau even besar. Kurangnya kesadaran kita dan pemahaman
mengenai memungut sampah agar menciptakan lingkungan yang bersih masih sangat
kurang karena hal ini bukan tugas dan kewajiban Pemerintah sendiri tetapi kita
harus berada didalamnya.
Saya sangat mendukung program Bapak Presiden kita
yang baru Ir. H Jokowi mengenai "Revolusi Mental" dengan hal ini bisa
bermamfaat untuk merubah pemahaman dan kebiasaan masyarakat Indonesia. Perlunya
sosialisasi dari dini, kesekolah dasar hingga keperguruan tinggi mengenai
pentingnya menjaga kebersihan sebagai permulaan sangat tepat untuk memulainya.
Banyak hal yang didapat dari terciptanya kebersihan yang dapat dilihat dari
segala aspek contohnya dengan bersihnya kota yang kita tinggali bisa
mencerminkan SDM masyarakat tersebut, bisa mengurangi bencana banjir dan
menyebarnya penyakit yang ditimbulkan dari bakteri yang berasal dari sampah. Kita
pasti tau dan iri bila mendengar Negara yang mempunyai reputasi sebagai negara
bersih dan teratur, seperti negara tetangga kita Singapore, pasti ada kenginan
kita untuk menjadi seperti itu, tetapi apakah kita mampu dan sudah
melaksanakannya? hanya kita sendiri yang bisa menjawabnya.
B.
MASYARAKAT
1.
INTERAKSI SOSIAL
Interaksi sosial
merupakan suatu fondasi dari hubungan yang berupa tindakan yang berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dan diterapkan di
dalam masyarakat. Dengan adanya nilai dan norma yang berlaku,interaksi sosial itu sendiri dapat berlangsung
dengan baik jika aturan - aturan dan nilai – nilai yang ada dapat dilakukan
dengan baik. Jika tidak adanya kesadaran atas pribadi masing – masing,maka
proses sosial itu sendiri tidak dapat berjalan sesuai dengan yang kita
harapkan. Di dalam kehidupan sehari – hari tentunya manusia tidak dapat lepas
dari hubungan antara satu dengan yang lainnya,ia akan selalu perlu untuk
mencari individu ataupun kelompok lain untuk dapat berinteraksi ataupun
bertukar pikiran.
Dengan tidak adanya komunikasi ataupun interaksi antar
satu sama lain maka tidak mungkin ada kehidupan bersama. Jika hanya fisik yang
saling berhadapan antara satu sama lain, tidak dapat menghasilkan suatu bentuk
kelompok sosial yang dapat saling berinteraksi. Maka dari itu dapat disebutkan
bahwa interaksi merupakan
dasar dari suatu bentuk proses sosial karena tanpa adanya interaksi sosial,
maka kegiatan–kegiatan antar satu individu dengan yang lain tidak dapat disebut
interaksi.
CONTOH
INTERAKSI SOSIAL
A.
Interaksi antara individu dan
individu -Individu yang
satu memberikan pengaruh , rangsangan \ Stimulus kepada individu lainnya
. Wujud interaksi bisa dalam dalam bentuk berjabat tangan ,
saling menegur,bercakap–cakap\ mungkin
bertengkar .
B. Interaksi antara individu dan kelompok Bentuk interaksi antara individu dengan kelompok Misalnya : Seorang ustadz sedang berpidato didepan orang banyak . Bentuk semacam ini menunjukkan bahwa kepentingan i ndividu berhadapan dengan kepentingan kelompok .
C. Interaksi antara Kelompok dan Kelompok Bentuk interaksi seperti ini berhubungan dengan kepentingan individu dalam kelompok lain . Contoh : Satu Kesebelasan Sepak Bola bertanding melawan kesebelasan lain .
B. Interaksi antara individu dan kelompok Bentuk interaksi antara individu dengan kelompok Misalnya : Seorang ustadz sedang berpidato didepan orang banyak . Bentuk semacam ini menunjukkan bahwa kepentingan i ndividu berhadapan dengan kepentingan kelompok .
C. Interaksi antara Kelompok dan Kelompok Bentuk interaksi seperti ini berhubungan dengan kepentingan individu dalam kelompok lain . Contoh : Satu Kesebelasan Sepak Bola bertanding melawan kesebelasan lain .
2. STATUS SOSIAL
Status sosial adalah
sekumpulan hak dan kewajiban yang dimiliki seseorang dalam masyarakatnya. Orang
yang memiliki status sosial yang tinggi akan ditempatkan lebih tinggi dalam
struktur masyarakat dibandingkan dengan orang yang status sosialnya rendah.
Dalam lingkungan masyarakat kita melihat bahwa ada pembeda-bedaan yang berlaku
dan diterima secara luas oleh masyarakat. Di sekitar kita ada orang yang
menempati jabatan tinggi seperti gubernur dan wali kota dan jabatan rendah
seperti camat dan lurah. Di sekolah ada kepala sekolah dan ada staf sekolah. Di
rt atau rw kita ada orang kaya, orang biasa saja dan ada orang miskin.
Perbedaan itu tidak hanya muncul dari
sisi jabatan tanggung jawab sosial saja, namun juga terjadi akibat perbedaan
ciri fisik, keyakinan dan lain-lain. Perbedaan ras, suku, agama, pendidikan,
jenis kelamin, usia atau umur, kemampuan, tinggi badan, cakep jelek, dan lain
sebagainya juga membedakan manusia yang satu dengan yang lain. Beragamnya orang
yang ada di suatu lingkungan akan memunculkan stratifikasi sosial
(pengkelas-kelasan) atau diferensiasi sosial (pembeda-bedaan).
CONTOH STATUS SOSIAL
1. Ascribed
status adalah tipe status yang didapat sejak lahir seperti jenis kelamin,
ras, kasta, golongan, keturunan, suku, usia, dan lain sebagainya.
2. Achieved
status adalah status sosial yang didapat sesorang karena kerja keras dan
usaha yang dilakukannya. Contoh achieved status yaitu seperti harta kekayaan,
tingkat pendidikan, pekerjaan, dll.
3. Assigned
status adalah status sosial yang diperoleh seseorang di dalam lingkungan
masyarakat yang bukan didapat sejak lahir tetapi diberikan karena usaha dan
kepercayaan masyarakat. Contohnya seperti seseorang yang dijadikan kepala suku,
ketua adat, sesepuh, dan sebagainya.
Direct By : AGENG
SYOFIYANDA
N P M :
10114433
Tidak ada komentar:
Posting Komentar